Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil
KESEHATAN

Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil

Tips Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil

Domino206lounge | Bagi kebanyakan wanita berhubungan intim saat hamil mungkin dirasa mengkhawatirkan. Sebab takut kalau hubungan seksual tersebut dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan. Namun, sebenarnya berhubungan intim saat hamil boleh saja kok dilakukan sejauh pasangan atau kedua belah pihak masih nyaman dalam melakukan hal tersebut.

Pada dasarnya, hubungan intim tidak akan membahayakan janin. Banyak proteksi natural dari tubuh sang ibu dapat membantu melindungi bayi, seperti cairan ketuban, otot-otot dalam rahim, serta lendir tebal yang menutupi leher rahim. Namun, berhubungan intim saat hamil tetap memiliki aturan tertentu.

Kandungan Harus Sehat hingga Posisi yang Tepat

Nah, berikut ini 5 aturan berhubungan intim saat hamil yang harus diperhatikan, yaitu: 

1. Kandungan Sehat

Aturan berhubungan intim saat hamil yang pertama sudah pasti kandungan harus sehat. Maksudnya kandungan sehat adalah kehamilan yang berlangsung normal, tanpa adanya gangguan, atau penyakit. Gangguan ini bisa berupa mulut rahim terbuka, ketuban pecah, infeksi, dan sebagainya. Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil

2. Lakukan setelah Trimester Pertama

Berdasarkan pernyataan beberapa ahli, sperma mengandung senyawa prostaglandin yang dapat menyebabkan rasa mulas. Karena itu, wanita hamil yang usia kandungannya masih sangat muda tidak disarankan berhubungan intim terlebih dahulu demi menghindari kontraksi dan keguguran. Selain itu, kondisi istri akan sering mengalami mual dan muntah. Bila kondisinya seperti ini, biasanya dorongan gairah pun akan ikut menurun. Lalu, berhubungan intim saat hamil trimester pertama juga masa rawan bagi kandungan karena janin dan ari-arinya belum terbentuk dengan sempurna.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Cairan Tubuh Saat Demam

3. Tidak Memiliki Riwayat Perdarahan

Ketiga, pastikan kamu tidak memiliki riwayat pendarahan selama hamil serta tidak mengalami plasenta previa. Kondisi ini adalah posisi perlekatan plasenta atau ari-ari yang berada di bagian bawah rahim, baik sebagian maupun keseluruhan, sehingga berpotensi menutupi jalan lahir. Selain itu, berisiko menimbulkan pendarahan saat hamil, terutama ketika mendekati waktu persalinan.

Jadi, hindari berhubungan intim saat hamil jika kamu pernah mengalami kedua hal di atas. Sebab dalam kondisi ini, berhubungan intim saat hamil dapat meningkatkan risiko pendarahan yang pada akhirnya membahayakan ibu dan janin.

4. Perhatikan Posisi Hubungan Intim

Memasuki trimester kedua, perut ibu hamil otomatis mulai membesar. Untuk itu, cermati posisi saat berhubungan agar tetap merasa nyaman. Hindari posisi telentang karena posisi ini dapat menekan perut dan menyebabkan penekanan pada pembuluh darah di daerah perut. Adapun posisi berhubungan intim saat hamil tua yang disarankan adalah posisi miring (spoon position), duduk (sitting dog), atau wanita di atas (woman on top).

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Kebiasaan Terbangun Tengah Malam

5. Jangan di 4 Minggu Sebelum Kelahiran

Seperti di trimester pertama, berhubungan intim saat hamil harus dihindari dalam empat minggu terakhir sebelum kelahiran. Berhubungan intim saat usia kehamilan tersebut berpotensi menyebabkan persalinan prematur.

Itulah aturan berhubungan intim saat hamil yang patut menjadi pertimbanganmu agar kondisi ibu dan bayi dalam kandungan terus aman dan sehat.

Peningkatan hormon dan aliran darah ke alat kelamin dapat meningkatkan gairah sebagian wanita untuk berhubungan intim, terutama pada trimester kedua. Sebagian wanita lain mungkin justru mengalami penurunan gairah seks yang disebabkan oleh fluktuasi hormon. Merasa kurang nyaman dengan tubuhnya, kelelahan, atau sakit fisik.

Jadi, tidak apa-apa bila ibu tidak ingin berhubungan intim saat hamil. Masih ada cara lain selain seks untuk menjaga keintiman dengan pasangan. Hal yang penting adalah bicarakan kondisi dan perasaan ibu pada suami secara terbuka dan dengan cara yang menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *